
Scalping saham adalah salah satu strategi trading yang dapat memberikan keuntungan dalam waktu yang sangat singkat, namun dengan frekuensi transaksi yang tinggi. Dalam dunia investasi saham, banyak trader yang mencari cara untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu cepat, dan scalping adalah metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan menggunakan teknik ini, seorang trader dapat memperoleh keuntungan dari pergerakan harga yang sangat kecil namun dilakukan secara terus-menerus.
Namun, sebelum kamu terjun ke dunia scalping, sangat penting untuk mempersiapkan diri dengan baik.
Di Ruang Belajar Investasi, saya selalu mengedepankan pentingnya edukasi sebelum melakukan investasi. Scalping saham bisa menjadi metode yang sangat menguntungkan, namun juga memerlukan keterampilan dan pengalaman untuk meminimalkan risiko yang terlibat.
Apa Itu Scalping Saham?
Scalping saham adalah strategi trading yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga saham yang kecil dalam waktu yang sangat singkat. Sebagai seorang scalper, kamu akan membeli saham dengan harga rendah dan menjualnya dengan harga lebih tinggi dalam waktu yang sangat cepat, dalam hitungan menit atau bahkan detik.
Contoh gambar dibawah ini adalah chart saham DEWA dengan timeframe 5 menit, berarti seorang trader akan mengambil posisi entry disetiap 5 menit. Jika ingin lebih cepat lagi, kamu bisa ambil di 1 menit atau 1 jam jika ingin lebih santai.

Dari gambar diatas, kamu bisa tentukan titik support dan resistance meskipun rangenya sangat sempit.
Keuntungan yang diperoleh dari setiap transaksi mungkin terkesan kecil, namun dengan volume transaksi yang tinggi, keuntungan yang didapatkan bisa sangat besar.
Perbandingan dengan Teknik Trading Lainnya
Untuk memahami scalping lebih dalam, mari kita bandingkan dengan teknik trading lainnya yang sering digunakan oleh para trader:
Scalping vs Day Trading: Jika scalping mengharuskan trader untuk bertransaksi dalam hitungan menit, day trading mengharuskan posisi terbuka dalam jangka waktu yang lebih lama, yaitu beberapa jam hingga menutup posisi sebelum pasar tutup pada hari yang sama. Day trading juga lebih banyak mengandalkan analisis teknikal, namun pergerakan harga yang digunakan lebih besar dibandingkan scalping.
Contoh chart pada saham DEWA ketika kamu ingin day trading.

Bisa dilihat kamu bisa ambil posisi dengan agak sedikit santai, dan sedikit noise. Hal ini dikarenakan saya menggunakan timeframe 1 jam untuk tiap candlenya.
Scalping vs Swing Trading: Swing trading adalah teknik trading yang memanfaatkan pergerakan harga dalam jangka waktu beberapa hari hingga minggu. Di sini, trader mengincar pergerakan harga yang lebih besar dibandingkan dengan scalping yang mengandalkan pergerakan harga kecil dalam waktu singkat.
Dengan perbedaan tersebut, bisa disimpulkan bahwa scalping lebih cocok bagi mereka yang ingin memperoleh keuntungan cepat dan memiliki waktu serta kemampuan untuk menganalisis grafik harga saham secara intensif. Namun, scalping juga memiliki risiko yang lebih tinggi karena kecepatan transaksi yang diperlukan untuk dapat meraih keuntungan.
Keuntungan dan Tantangan Scalping Saham
Scalping saham memang menawarkan potensi keuntungan yang besar, namun seperti strategi lainnya, tentu ada kelebihan dan kekurangan yang perlu dipahami dengan baik oleh setiap trader. Dalam bagian ini, kita akan membahas secara rinci keuntungan dan tantangan yang sering dihadapi oleh para scalper.
Keuntungan Scalping Saham
Adapun keuntungan jika kamu ingin sebagai seorang scalper:
- Keuntungan Cepat dalam Waktu Singkat
Salah satu keuntungan utama dari scalping adalah kemampuannya untuk menghasilkan keuntungan dengan cepat. Dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan menit atau detik, seorang scalper dapat memperoleh keuntungan dari pergerakan harga yang sangat kecil. Dengan melakukan transaksi berulang kali sepanjang hari, trader bisa mengakumulasi keuntungan meskipun setiap transaksi hanya menghasilkan sedikit profit. Bagi banyak trader, ini adalah cara untuk memperoleh keuntungan lebih konsisten tanpa perlu menunggu lama seperti dalam investasi jangka panjang. - Mengurangi Risiko dengan Frekuensi Transaksi Tinggi
Karena scalper hanya mempertahankan posisi untuk waktu yang sangat singkat, risiko yang terlibat biasanya lebih rendah dibandingkan dengan strategi trading lainnya yang memiliki durasi posisi lebih lama. Dengan melakukan transaksi berulang kali, seorang scalper dapat mengurangi eksposur terhadap pergerakan pasar yang besar dan tidak terduga. Dalam jangka panjang, meskipun keuntungan dari tiap transaksi kecil, volume transaksi yang tinggi dapat menghasilkan hasil yang signifikan. - Modal yang Lebih Terjangkau
Scalping tidak selalu memerlukan modal besar, terutama jika dilakukan dengan hati-hati dan disiplin. Meskipun begitu, keberhasilan scalping tidak hanya bergantung pada besarnya modal, melainkan pada kemampuan untuk memilih saham yang tepat dan melakukan eksekusi yang cepat dan tepat.
Di Ruang Belajar Investasi, saya menyarankan agar para trader pemula yang tertarik pada scalping untuk memulai dengan modal kecil dan memperhatikan biaya transaksi agar tidak mengurangi keuntungan yang didapat.
Tantangan dalam Scalping Saham
Jangan hanya dilihat dari keuntungannya saja, kamu harus hadapi tantangan dan resikonya:
- Memerlukan Fokus dan Waktu Penuh
Salah satu tantangan terbesar dalam scalping adalah kebutuhan untuk memberikan perhatian penuh. Karena waktu yang sangat singkat untuk setiap transaksi, seorang scalper harus siap untuk terus memantau pergerakan pasar secara real-time. Jika kamu tidak dapat fokus selama durasi trading, ada kemungkinan besar kamu akan kehilangan peluang atau membuat keputusan yang salah. - Biaya Transaksi yang Tinggi
Meskipun scalping bisa menghasilkan keuntungan dengan cepat, biaya transaksi bisa menjadi masalah besar. Setiap kali kamu melakukan pembelian dan penjualan saham, kamu akan dikenakan biaya sekuritas. Semakin sering transaksi dilakukan, semakin besar biaya yang dikeluarkan, dan ini bisa mengurangi profit yang didapatkan.
Oleh karena itu, pemilihan sekuritas dengan biaya transaksi rendah sangatlah penting, agar kamu dapat memaksimalkan keuntungan. - Risiko Kerugian yang Cepat
Kecepatan transaksi yang dibutuhkan dalam scalping membawa risiko tinggi. Keputusan yang diambil dalam hitungan detik bisa berakibat langsung pada keuntungan atau kerugian. Jika kamu terlambat dalam mengeksekusi perintah jual atau beli, kamu mungkin kehilangan peluang atau bahkan mengalami kerugian. Oleh karena itu, pengelolaan risiko yang baik sangat penting dalam scalping saham.
Di Ruang Belajar Investasi, kami selalu mengingatkan pentingnya memiliki trading plan yang solid dan disiplin dalam mengelola risiko.
Teknik dan Strategi Scalping Saham
Adapun beberapa teknik yang bisa digunakan dalam scalping saham:
- Moving Average: Penjelasan lebih mendalam tentang penggunaannya dalam scalping, cara membaca crossing moving average sebagai sinyal beli atau jual.
- Bollinger Bands: Penjelasan tentang cara menggunakan Bollinger Bands untuk mengidentifikasi level beli dan jual dengan risiko rendah.
- RSI (Relative Strength Index): Penggunaan RSI untuk mengukur kondisi overbought atau oversold pada saham.
- Volume Analysis: Pentingnya volume dalam scalping untuk mengonfirmasi sinyal harga.
Namun saya sarankan menggunakan teknik bid offer, karena dengan bid offer transaksi terjadi begitu cepat, Tidak harus menunggu hitungan menit hingga sinyal muncul, namun dari analisa transaksi bid offer. Berikut tampilan bid offer pada Stockbit Sekuritas di saham DEWA.

Bisa dilihat seberapa banyak permintaan dan penawaran di harga tersebut, dari sini kamu bisa analisa kapan orang akan hajar kanan alias beli dengan harga tinggi, atau hajar kiri ketika kamu ingin segera menjual tanpa menunggu.
Strategi Scalping yang Efektif: Kombinasi Teknik di Atas
Untuk menjadi scalper yang sukses, kamu perlu mengkombinasikan beberapa teknik dan strategi di atas. Misalnya, kamu bisa menggabungkan MACD dengan Bollinger Bands untuk mencari sinyal entry yang lebih akurat. Atau, kamu bisa menggunakan RSI untuk memverifikasi kondisi overbought atau oversold sebelum masuk atau keluar dari posisi.
Selain itu, sangat penting untuk memiliki disiplin dalam menjalankan strategi scalping kamu. Salah satu kesalahan besar yang sering dilakukan oleh pemula adalah mencoba terlalu banyak memprediksi arah pasar dan mengambil keputusan impulsif tanpa mengikuti rencana yang sudah ditetapkan. Berikut saya lampirkan strategi scalping dengan berbagai indikator:

Semua balik lagi ke pribadi masing-masing, kamu cocok menggunakan indikator apa. Kalau saya pribadi, saya sangat cocok dengan Stochastic, Moving Average, dan Volume. Namun saya pribadi tidak menggunakan untuk scalping melainkan untuk swing. Ini semua karena saya paham dengan risk profile saya sendiri.
Kombinasikan kembali pada bagian bid offer, dan gunakan fitur fast order jika sekuritas kamu memiliki fitur fast order.
Di Ruang Belajar Investasi, kami selalu menekankan pentingnya belajar dengan konsisten dan menerapkan strategi yang sudah dipahami dengan baik. Jangan ragu untuk menggunakan simulasi atau akun demo untuk berlatih sebelum terjun langsung ke pasar saham.
Tips Sukses Scalping Saham
Scalping saham bukanlah metode trading yang mudah, dan membutuhkan keterampilan serta disiplin yang tinggi. Untuk menjadi scalper yang sukses, kamu perlu mengikuti beberapa prinsip dan teknik yang sudah terbukti efektif. Berikut adalah beberapa tips yang bisa membantu kamu dalam mencapai kesuksesan dalam scalping saham.
1. Pilih Saham yang Tepat
Sebagai seorang scalper, memilih saham yang tepat adalah hal yang sangat krusial. Kamu membutuhkan saham yang memiliki volatilitas tinggi dan likuiditas yang baik, sehingga kamu bisa mendapatkan pergerakan harga yang cukup besar untuk meraih keuntungan dalam waktu singkat.
- Volatilitas Tinggi: Saham dengan volatilitas tinggi akan memiliki fluktuasi harga yang lebih besar dalam waktu singkat, yang sangat menguntungkan untuk scalping. Kamu akan lebih mudah mendapatkan peluang untuk membeli di harga rendah dan menjual di harga lebih tinggi dalam waktu yang singkat.
- Likuiditas Tinggi: Pilih saham yang memiliki volume perdagangan yang tinggi. Semakin banyak volume yang diperdagangkan, semakin mudah untuk masuk dan keluar dari pasar tanpa mempengaruhi harga terlalu banyak. Saham yang likuid juga mengurangi risiko slippage, yang dapat merugikan scalper.
Di Ruang Belajar Investasi, kami selalu menyarankan untuk menggunakan alat screener saham untuk memfilter saham yang memenuhi kriteria ini, agar kamu bisa fokus pada saham yang benar-benar layak untuk trading.
2. Gunakan Analisis Teknikal dengan Cermat
Scalping saham sangat bergantung pada analisis teknikal. Sebagai seorang scalper, kamu harus bisa membaca grafik harga dan menggunakan indikator teknikal dengan tepat untuk menemukan peluang beli dan jual yang tepat.
Beberapa indikator yang sangat berguna untuk scalping adalah Moving Average, Bollinger Bands, dan RSI seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Untuk meningkatkan akurasi sinyal, kamu juga bisa menggabungkan beberapa indikator dalam satu strategi.
Namun, penting untuk diingat bahwa analisis teknikal tidak menjamin 100% keberhasilan. Oleh karena itu, kamu harus selalu siap dengan rencana untuk keluar dari posisi jika pasar bergerak berlawanan dengan harapan kamu.
3. Miliki Trading Plan yang Jelas
Salah satu hal yang membedakan scalper yang sukses dari yang gagal adalah disiplin mengikuti trading plan. Sebelum kamu mulai trading, pastikan kamu sudah memiliki rencana yang jelas tentang kapan kamu akan masuk dan keluar dari pasar.
- Take Profit (TP): Tentukan target keuntungan kamu sebelum memasuki posisi. Ketahui berapa banyak kamu ingin dapatkan dari setiap transaksi.
- Cut Loss (CL): Tentukan juga berapa banyak kerugian yang siap kamu terima. Tidak ada yang lebih buruk dari mengejar kerugian yang lebih besar karena tidak memiliki batasan yang jelas.
Trading plan akan membantu kamu tetap disiplin dan menghindari keputusan emosional yang sering kali merugikan dalam scalping.
4. Fokus pada Satu Saham Sekali Waktu
Karena scalping melibatkan transaksi yang cepat dan berulang, sangat penting untuk fokus pada satu saham dalam satu waktu. Membuka banyak posisi dalam waktu yang bersamaan dapat mengurangi perhatian dan menyebabkan kamu kehilangan peluang yang lebih baik.
Dengan fokus pada satu saham, kamu dapat lebih cepat dalam memantau pergerakan harga, dan lebih mudah dalam membuat keputusan yang tepat.
Di Ruang Belajar Investasi, kami menyarankan pemula untuk menghindari membuka banyak posisi bersamaan, terutama di pasar yang volatil.
5. Gunakan Platform Trading yang Cepat dan Terpercaya
Salah satu hal yang sering kali diabaikan oleh trader pemula adalah platform trading yang mereka gunakan. Dalam scalping, kecepatan eksekusi order sangat penting, karena setiap detik sangat berharga. kamu perlu memilih platform yang memungkinkan kamu untuk melakukan eksekusi dengan cepat dan tanpa adanya penundaan.
Pastikan juga platform yang kamu pilih memiliki biaya transaksi yang rendah. Karena scalping melibatkan banyak transaksi kecil, biaya broker yang tinggi dapat mengurangi keuntungan yang kamu peroleh. Banyak trader lebih memilih platform yang menawarkan spread ketat dan komisi rendah untuk menjaga biaya trading tetap rendah. Seperti aplikasi stockbit yang memiliki fitur fast order, berikut gambarannya:

Ruang Belajar Investasi sering kali memberikan rekomendasi kepada para anggota kami untuk memilih platform yang dapat mendukung strategi scalping dengan biaya rendah dan fitur yang cepat. Platform seperti Stockbit dan eToro adalah pilihan yang baik untuk scalper.
6. Manajemen Risiko yang Baik
Scalping saham memiliki risiko yang tinggi, karena pergerakan harga yang cepat dan volume transaksi yang besar. Oleh karena itu, penting untuk memiliki manajemen risiko yang baik. Berikut adalah beberapa cara untuk mengelola risiko dalam scalping:
- Batasi kerugian per transaksi: Tentukan jumlah kerugian maksimal yang siap kamu terima per transaksi dan patuhi batas ini.
- Gunakan Stop Loss: Gunakan stop loss pada setiap posisi untuk melindungi modal kamu dari kerugian besar.
- Diversifikasi Risiko: Jangan terlalu bergantung pada satu saham. Meskipun scalping mengharuskan kamu untuk fokus pada satu saham, pastikan kamu tidak terlalu sering menempatkan seluruh modal pada saham yang sama tanpa perhitungan yang matang.
Manajemen risiko yang baik akan membantu kamu bertahan di pasar yang penuh ketidakpastian dan tetap menjaga modal kamu tetap aman.
Kesalahan Umum dalam Scalping Saham dan Cara Menghindarinya
Scalping saham adalah metode yang sangat mengandalkan keputusan cepat dan disiplin tinggi. Sayangnya, banyak trader pemula yang sering melakukan kesalahan dalam prosesnya, yang pada akhirnya bisa merugikan mereka. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh scalper dan bagaimana cara menghindarinya agar kamu bisa lebih sukses dalam strategi ini.
1. Terlalu Banyak Membuka Posisi
Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh pemula adalah terlalu banyak membuka posisi dalam waktu yang bersamaan. Sebagai scalper, kamu mungkin tergoda untuk mencoba mengambil keuntungan dari banyak peluang dalam waktu singkat, namun ini bisa menyebabkan kebingungan dan kehilangan fokus. Dengan banyaknya posisi yang terbuka, kamu akan kesulitan dalam memantau pergerakan harga dengan cepat.
Cara Menghindarinya:
Sebagai pemula, fokuslah pada satu atau dua saham dalam satu waktu. Dengan cara ini, kamu dapat lebih mudah memantau harga dan eksekusi transaksi yang lebih tepat. Jangan terburu-buru untuk membuka banyak posisi, terutama jika kamu baru memulai. Dengan mengikuti prinsip ini, kamu dapat menjaga konsentrasi dan meningkatkan peluang sukses.
2. Tidak Memiliki Trading Plan yang Jelas
Salah satu alasan utama mengapa banyak trader gagal dalam scalping adalah tidak memiliki trading plan yang jelas. Tanpa rencana yang terstruktur, kamu bisa terjebak dalam emosi saat trading, membuat keputusan impulsif, dan akhirnya merugi. Scalping membutuhkan kedisiplinan dan perencanaan yang matang.
Cara Menghindarinya:
Selalu tetapkan aturan yang jelas sebelum kamu mulai trading. Tentukan kapan kamu akan masuk pasar, kapan kamu akan keluar, dan berapa banyak risiko yang siap kamu ambil. Memiliki take profit (TP) dan stop loss (SL) yang sudah ditentukan sebelumnya akan membantu kamu tetap pada jalur yang benar dan mencegah kamu membuat keputusan berdasarkan perasaan.
Tip dari Ruang Belajar Investasi:
Jika kamu merasa kesulitan untuk membuat trading plan, kamu bisa memulai dengan menulis rencana yang sederhana, kemudian secara bertahap meningkatkan kompleksitasnya seiring dengan pengalaman yang kamu peroleh.
3. Tidak Memperhatikan Biaya Transaksi
Karena scalping melibatkan volume transaksi yang tinggi, biaya transaksi yang tinggi bisa menggerogoti keuntungan yang kamu peroleh. Biaya komisi dan spread yang besar akan mempengaruhi hasil akhir kamu, bahkan jika setiap transaksi menghasilkan keuntungan kecil. Oleh karena itu, biaya transaksi yang rendah sangat penting dalam scalping.
Cara Menghindarinya:
Pastikan untuk memilih broker dengan biaya transaksi rendah. Banyak broker saat ini menawarkan spread yang ketat dan komisi rendah, yang sangat cocok untuk strategi scalping.
Di Ruang Belajar Investasi, kami selalu menyarankan agar kamu melakukan riset terlebih dahulu tentang biaya yang dikenakan oleh broker yang kamu pilih. Memilih broker yang tepat akan membantu kamu mempertahankan keuntungan dan meminimalkan pengeluaran.
4. Tidak Mengelola Risiko dengan Baik
Scalping memang menawarkan peluang keuntungan yang cepat, namun juga memiliki risiko yang tinggi. Banyak trader yang terlalu fokus pada keuntungan cepat, namun mereka melupakan pentingnya manajemen risiko. Tanpa pengelolaan risiko yang baik, kerugian yang kecil bisa menjadi sangat besar dan merugikan dalam waktu singkat.
Cara Menghindarinya:
Gunakan stop loss untuk membatasi kerugian kamu pada setiap transaksi. Tentukan batas risiko per transaksi, misalnya 1-2% dari modal yang kamu gunakan. Ini akan membantu kamu menjaga modal agar tetap aman jika terjadi pergerakan pasar yang tidak menguntungkan. Selain itu, pastikan kamu tidak terlalu serakah dengan mengambil posisi besar yang dapat meningkatkan potensi kerugian.
Tips dari Ruang Belajar Investasi:
Jika kamu merasa kesulitan untuk menentukan batas risiko, coba mulai dengan menggunakan akun demo atau dengan modal kecil. Ini akan memberi kamu waktu untuk menguji berbagai metode manajemen risiko tanpa terlalu berisiko.
5. Mengabaikan Sentimen Pasar
Scalping bukan hanya tentang membaca grafik dan indikator teknikal, tetapi juga tentang memahami sentimen pasar. Berita ekonomi atau kejadian yang mempengaruhi pasar bisa menyebabkan pergerakan harga yang sangat cepat, yang dapat memberikan peluang scalping atau bahkan menghancurkan strategi kamu.
Cara Menghindarinya:
Meskipun scalping umumnya lebih fokus pada analisis teknikal, jangan lupakan berita pasar. Sentimen pasar bisa mengubah arah harga secara tiba-tiba. Jadi, penting untuk tetap mengikuti berita ekonomi atau perkembangan global yang dapat mempengaruhi saham yang kamu perdagangkan.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum di atas, kamu akan meningkatkan peluang sukses dalam scalping saham. Ingat, kesuksesan dalam scalping tidak datang dalam semalam. Dibutuhkan latihan, disiplin, dan pemahaman yang mendalam tentang pasar.
Platform dan Tools untuk Scalping Saham
Untuk memaksimalkan hasil dari scalping, kamu perlu memilih platform trading yang cepat dan efisien. Beberapa platform yang cocok untuk scalping termasuk:
- Stockbit: Platform yang menawarkan biaya broker rendah dan fitur screener saham yang dapat membantu kamu menemukan saham dengan volatilitas tinggi.
- eToro dan MetaTrader: Platform lain yang juga populer di kalangan trader aktif dan scalper. Pastikan platform yang kamu pilih memiliki eksekusi cepat dan biaya transaksi yang rendah. Akan tetapi, aplikasi ini hanya untuk perdagangan forex.
Kesimpulan
Scalping saham adalah teknik trading yang dapat memberikan keuntungan cepat, tetapi juga memiliki risiko yang tinggi. Dengan pemahaman yang baik tentang analisis teknikal, manajemen risiko, dan pemilihan saham yang tepat, kamu dapat sukses dalam scalping. Jangan lupa untuk selalu memiliki trading plan dan disiplin dalam menerapkannya.
Bagi kamu ingin menjadi seorang scalper tidak ada salahnya untuk ambil momentum di window dressing, karena secara historis di saat window dressing akan ada kenaikan sesaat menjelang penutupan tahun.
Disclaimer: Artikel ini dibuat hanya untuk edukasi, bukan ajakan menjual atau membeli saham. Semuanya balik lagi ke investor. Penulis tidak bertanggung jawab apabila terjadi kerugian ataupun keuntungan untuk investor.
Tinggalkan Balasan